Petrokimia Gresik Tingkatkan Keandalan Pabrik untuk Penuhi Kebutuhan Pupuk Bersubsidi

- Redaktur

Thursday, 12 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, terus meningkatkan keandalan pabriknya untuk menjamin kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di seluruh tanah air. Terbaru, inovasi Petrokimia Gresik berhasil meningkatkan keandalan unit produksi Diammonium Phosphate (DAP), yang merupakan bahan baku produksi NPK di Pabrik Phonska IV.

Terobosan dari Gugus Inovasi Operasional (GIO) VISCOSE ini berhasil meraih Juara 2 kategori Growth dalam ajang “Pupuk Indonesia Quality and Innovation (PIQI) 2024” di Palembang. GIO PHOSGREEN dan GIO SSD juga meraih Juara 2 di masing-masing kategori Sustainability dan Digital.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, pada Rabu (11/9/2024) di Gresik menyampaikan bahwa inovasi ini mampu membuat produksi NPK Phonska Petrokimia Gresik semakin terjamin keberlangsungannya untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi dalam negeri. “Apalagi tahun ini Pemerintah menambah alokasi pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton di awal 2024 menjadi 9,55 juta ton dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

“Inovasi terbaru kami ini berhasil menjadikan pabrik NPK Phonska IV semakin andal karena diterapkannya Viscose Reactor System. Inovasi ini tentunya semakin memperkuat kemampuan Petrokimia Gresik dalam memenuhi kebutuhan Pupuk NPK dalam negeri yang semakin meningkat,” tambah Dwi Satriyo.

Selain mendukung pemenuhan kebutuhan pupuk NPK dalam negeri, optimalnya produksi DAP Petrokimia Gresik dan kebutuhan DAP di dunia yang terus tumbuh juga mendorong produksi DAP Petrokimia Gresik untuk terus ditingkatkan dan menjangkau pasar global. “Apalagi saat ini produsen DAP dunia, yaitu China dan India, membatasi penjualan DAP,” jelasnya.

“Dengan adanya inovasi ini, Petrokimia Gresik juga semakin andal memproduksi DAP. Sehingga mampu menghilangkan ketergantungan impor DAP sebagai bahan baku NPK. Selain itu, pabrik Phonska IV juga dapat meningkatkan produktivitasnya dan melakukan efisiensi cost serta bersaing di tingkat global. Hal ini selaras dengan visi baru perusahaan yaitu menjadi dominant player di pasar internasional dalam bidang agrosolusi terintegrasi dan bahan kimia industri,” tutup Dwi Satriyo.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

SIG Gelar RUPSLB, Ubah Anggaran Dasar dan Delegasi RKAP 2026
Komisi VII Desak Petrokimia Efisiensi Distribusi dan Harga Gas
Petrokimia Gresik Raih Penghargaan Strategi Hilirisasi Terbaik, Dirut Dianugrahi CEO Teladan
Petrokimia Gresik dan Satgas BUMN Kirim Bantuan Pascabanjir di Malang
Proyek 3 Juta Rumah: Inovasi Semen Hijau SIG Jadi Solusi Tantangan Pembangunan
Petrokimia Gresik Peremajaan Kendaraan Listrik untuk Dukung SDGs dan Net Zero Emission
Petrokimia Gresik Raih Penghargaan Gold untuk Program TJSL TAMENG di Indonesian SDGs Awards
WA Tak Dibalas Ahmad Labib Kritik Dirut Petrokimia Gresik

Berita Terkait

Monday, 22 December 2025 - 22:54 WIB

SIG Gelar RUPSLB, Ubah Anggaran Dasar dan Delegasi RKAP 2026

Monday, 24 November 2025 - 21:01 WIB

Komisi VII Desak Petrokimia Efisiensi Distribusi dan Harga Gas

Saturday, 22 March 2025 - 17:23 WIB

Petrokimia Gresik Raih Penghargaan Strategi Hilirisasi Terbaik, Dirut Dianugrahi CEO Teladan

Monday, 9 December 2024 - 22:37 WIB

Petrokimia Gresik dan Satgas BUMN Kirim Bantuan Pascabanjir di Malang

Monday, 9 December 2024 - 22:05 WIB

Proyek 3 Juta Rumah: Inovasi Semen Hijau SIG Jadi Solusi Tantangan Pembangunan

Berita Terbaru

Desa Kemudi di Gresik, penghasil ikan utama, menghadapi kendala infrastruktur. Dari 800 ha wilayah, tambak menjadi penopang ekonomi, namun distribusi terhambat.

Perikanan

Kemudi Gresik: Tambak Raksasa Terjebak Akses dan Irigasi

Monday, 24 Nov 2025 - 21:09 WIB

Oplus_131072

Event Perusahaan

Gresmall Gelar Lomba Basket Indoor 3×3 Perdana

Saturday, 16 Aug 2025 - 06:18 WIB